Sabtu, 28 September 2013

Pesan Penolakan

bismillah...
Semoga manfaat.aamiin.
Ditolak. Adakah engkau pernah ditolak oleh seorang yang engkau sudah terlanjur mau padany? Terlanjur engkau harap maksudku...hiks hiks..pasti sedih banget...nyesek banget..ah, padahal engkau begitu tulus ingin mendampinginya berjuang dijalan-Nya. Menangis saja dalam doa - doa mu pada-Nya, mudah - mudahan itu membuatmu lebih lega. Mohonlah pada-Nya agar engkau ridlo pada keputusan-Nya. agar engkau tetap taat pada-Nya, dalam keadaan ringan maupun berat, suka maupun tidak, gembira maupun sedih. Agar Allah yang Maha Kuasa juga ridlo padamu. Itu yang terpenting.

Kemudian merenunglah, coba engkau pahami penolakannya padamu, bahkan ketika ia TIDAK mengajukan alasan apapun tentang penolakannya engkau tetap harus menerimanya, karena itu hak jawabnya, ia berada diluar jangkauan kekuasaanmu, kau tak bisa memaksanya. Seperti juga engkau juga tidak mau kan diprotes ketika pada suatu masa kau pernah menolak seorang yang lain dengan hanya mengatakan "belum sreg".
Namun aku punya pesan padamu yang juga ku pesankan untuk diriku sendiri. Apa? jangan coba - coba menolak dengan alasan yang tidak syar'i. Sulit? Berat? Ah, semoga Allah memudahkan kita dalam taat pada-Nya. aamiin.

Lalu cobalah melihat dari sisi yang ditolak yakni engkau sendiri. Jadikan kejadian ini sebagai bahan untuk merenungkan kembali tentang banyak hal, tentang keseriusan dan kesiapanmu untuk berumah tangga, tentang kepantasanmu, dan tentang niatmu. Semoga  setelah itu kau dapat menguatkan kembali  tekad perbaikan dan pembenahan diri. Percaya dan yakinlah pada-Nya bahwa tidak ada yang sia - sia pada keputusan-Nya untukmu.
Allah yang Maha Kuasa hanya inginkan yang terbaik untuk dunia akhiratmu.

Siapa, kapan, dan dimana kelak jodohmu itu adalah urusan Allah, Ia yang akan mempertemukanmu dengannya. Karena-Nya untuk-Nya dijalan-Nya. Yang menjadi pe er mu adalah  memperbaiki dan membenahi diri, meningkatkan kualitas hidup sebagai hamba yang bertaqwa pada-Nya.

Semoga kelak Allah memberi kebahagiaan di dunia dan di akhirat, surga yang dibawahnya mengalir sungai sungai. Aamiin ya Rabb al 'aalamiin.











Senin, 02 September 2013

Rencana ke Surga #2

Pada bilangan hari-hari yang insyaAllah 'kan kita jalani setelah hari ini, terus berharap hidup bahagia menjadi hal yang wajar dan bahkan menjadi cita-cita yang tak boleh absen pada tiap panjat doa kita pada Yang Maha Kuasa. Tetapi benarkah hidup kita 'kan terus bahagia tanpa coba? Bagi orang-orang beriman ujian dan coba menjadi hal yang begitu difahami sebagai keniscayaan selama nyawa masih bertahan di badan.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sementara mereka tidak diuji lagi? Dansungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka, Allah pun betul-betul mengetahui orang-orang yang benar dan Dia betul-betul mengetahui orang-orang yang berdusta." (Q.S. al Ankabuut: 2-3).

Maka semoga jika ada ujian yang datang kita termasuk orang-orang yang berhasil membuktikan bahwa  pengakuan keberimanan itu tak hanya ada di ujung lidah namun juga kuat  mengakar dalam hati  serta membuah pada sikap dan amal nyata kita.

Dan doa ini menjadi doa yang tak boleh terlewat bgi orang-orang yang cita-cita bahagianya  tidak hanya di dunia tapi juga di surga.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari api neraka.” (QS. al-Baqarah: 201).

Minggu, 10 Maret 2013

Rencana ke Surga #1

Niat baik, ketulusan, dan harapan yang menyatu dalam sebuah usaha dan doa tak selalu berujung dengan apa yang kita inginkan. Tetapi, semoga ia tetap di catat sebagai amal kebaikan. "Semua kan menanam amal" kata seorang teman. Dan ya kita memang sedang menanam amal, tak peduli di lahan hijau nan subur atau di padang gersang yang tandus jika yang kita tanam adalah kebaikan, maka buah-buahan yang dekat dan mudah dipetik semudah-mudahnya di negri surga itulah hasilnya.

"Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah mudahnya." (Q.S. al Insaan:14)